
IDXChannel - Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge rebound meyakinkan pada perdagangan Kamis (13/3/2025) pagi, berusaha pulih dari koreksi 3 hari beruntun sebelumnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.44 WIB, saham WIFI melesat 13,23 persen ke Rp1.840 per unit, dengan nilai transaksi Rp180,4 miliar dan volume perdagangan 102,9 juta saham.

Sebelumnya, sejak Senin (10/3) hingga Rabu (12/3) saham WIFI jatuh seiring aksi profit taking di tengah sentimen negatif yang melanda pasar secara umum.
Sebelumnya, pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai koreksi saham WIFI belakangan ini wajar terjadi setelah kenaikan yang melampaui batas wajar. "Valuasi WIFI saat ini juga termasuk mahal, dengan price-to-earnings (PE) ratio 20 kali dan price-to-book value (PBV) 4,69 kali," ujarnya.

Kinerja saham WIFI minus 17,26 persen dalam sepekan. Namun, saham WIFI menguat 11,82 persen dalam sebulan dan meroket 351,22 persen sejak awal 2025 (year to date/YtD).
Diwartakan sebelumnya, manajemen WIFI membatalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang seharusnya dijadwalkan berlangsung pada 27 Maret 2025 di Kantor Fatmawati Mas Blok III Kav. 328-329, Jl. RS Fatmawati No.20, Cilandak, pukul 10.00 WIB.

Manajemen WIFI menjelaskan, pembatalan RUPSLB disebabkan karena agenda rapat akan dimasukkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024.
"Kepastian mata acara, waktu dan tempat pelaksanaan RUPST tersebut akan diumumkan selanjutnya sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata manajemen WIFI dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (4/3/2025).
Manajemen WIFI memastikan, klarifikasi pembatalan RUPSLB Surge tidak memiliki dampak terhadap kinerja Perseroan.
Kabar lainnya, dalam keterbukaan informasi pada 7 Maret 2025, Surge, Nokia, dan OREX SAI, INC. (OREX SAI) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk berkolaborasi dalam memperluas akses internet berkecepatan tinggi bagi masyarakat yang belum terlayani di Indonesia.
“Kerjasama ini akan berdampak positif kepada perkembangan kegiatan operasional Perseroan serta keberlangsungan usaha Perseroan ke depan,” kata manajemen.
Katalis Hashim
Saham WIFI terbang di awal 2025 seiring sentimen positif dari masuknya pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo dan prospek ekspansi ke depan.
WIFI semakin agresif memperluas layanan internet broadband dengan harga terjangkau.
Berdasarkan data Ookla, dikutip dari Cipdatana Sales Notes, 10 Februari 2025, kecepatan median internet fixed broadband di Indonesia hanya 32,07 Mbps, salah satu yang terendah di Asia Tenggara.
Selain itu, biaya langganan internet 100 Mbps masih tergolong mahal, mencapai Rp350.000 per bulan.
WIFI menawarkan kecepatan serupa dengan harga lebih murah, hanya Rp100.000 per bulan, sehingga berpotensi memperluas akses internet, terutama di daerah yang belum terjangkau.
Menurut Ciptadana, layanan internet murah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dengan konektivitas yang lebih luas dan murah, anak-anak di daerah terpencil dapat mengakses sumber belajar daring gratis yang disediakan pemerintah.
Dukungan Politik Kuat
Pada Agustus 2024, Hashim Djojohadikusumo, saudara kandung Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan WIFI melalui PT Arsari Sentra Data guna memperkuat infrastruktur konektivitas.
PT Arsari Sentra Data juga mengakuisisi 45 persen saham induk WIFI, PT Investasi Sukses Bersama, sehingga memiliki kepemilikan tidak langsung sebesar 22,55 persen di WIFI.
Di sisi lain, Arwin Rasyid melalui TEZ Capital & Finance, serta Fadel Muhammad, masing-masing mengakuisisi 27,22 persen saham PT Media Wiguna Nusantara dari PT Sinergi Investasi Digital. Akuisisi Fadel Muhammad membuatnya memiliki kepemilikan tidak langsung sebesar 7,5 persen di WIFI sebagai bagian dari investasinya.
BNI Dukung Ekspansi Jaringan
Mengutip penjelasan Ciptadana, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turut mendukung ekspansi WIFI dengan memberikan pinjaman investasi sebesar Rp978 miliar kepada PT Integrasi Jaringan Ekosistem (WEAVE), anak usaha WIFI.
Pinjaman yang ditandatangani pada 24 Januari 2025 ini akan digunakan untuk membangun jaringan broadband berkecepatan tinggi (hingga 100 Mbps) yang menargetkan 40 juta rumah tangga di kawasan perkotaan, pinggiran kota, dan pedesaan di Pulau Jawa. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.
作者:13/03/2025 10:54 WIB,文章来源Idxchannel,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:以上内容仅代表作者或嘉宾的观点,不代表 FOLLOWME 的任何观点及立场,且不代表 FOLLOWME 同意其说法或描述,也不构成任何投资建议。对于访问者根据 FOLLOWME 社区提供的信息所做出的一切行为,除非另有明确的书面承诺文件,否则本社区不承担任何形式的责任。
FOLLOWME 交易社区网址: www.followme.ceo
加载失败()